BERBEKAL SEKOLAH LAPANG, PETANI TEMBAKAU DI HARAPKAN MULAI IMPLEMENTASIKAN ILMUNYA

Gangga,— Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara, Evy Winarni, SP, M.SI, berharap kepada peserta Sekolah Lapang Pengendalian Hama Tembakau (SLPHT) untuk mengimplementasikan pelajaran dan ilmu yang diperoleh dari narasumber yang telah melatih baik teori maupun praktik di lapangan.

Plt.Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian KLU Evi Winarni,SP, M.SI saat disampaikannya

Sekolah Pengendalian Lapang Hama Tembakau SLPHT benar-benar menjadi salah disebut satu hal terpenting dalam tanaman yang identik Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Berdasarkan pengamatan di lapangan serangan OPT tembakau didominasi oleh hama ulat grayak (Spodoptera litura) dan Tobbaco Mosaic Virus (TMV). Adapun hama dan penyakit lain yang menyerang tanaman tembakau di lahan tersebut antara lain hama kutu daun, dan belalang, sedangkan penyakit yang menginfeksi tanaman tembakau penyakit bercak daun.

Gerakan pengendalian OPT merupakan upaya pengamanan produksi tanaman pangan dari serangan OPT. Pelaksanaan pengendalian OPT mengutamakan penggunaan bahan pengendali yang dilakukan secara massal dan dalam pola pikir yang luas.
Jika petani kurang mengamati OPT, maka barang tentu tidak dapat digenggam dan akan berakhir dengan kerugian, karena akan berdampak pada kualitas dan kuantitas.

“Ini yang penting menjadi perhatian kita saat bertani atau bercocok tanam,”tegasnya.

Oleh karena itu dirinya (Evi -Red) sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian KLU selalu mengingatkan bawahannya untuk lebih intens dan terus menerus melakukan pembinaan baik melalui rapat kerja kelompok maupun pada acara seperti sekarang ini, tulisnya.

Kepala Dinas TPP KLU Evi Winarni,SP, M.SI foto bersama seluruh peserta

Patut kita syukur bahwa kondisi daerah kita sudah empat kali repocusing dan negara kita sedang dilanda Covid 19, namun cukai dari tembakau cukup besar untuk daerah kita KLU. Oleh sebab itu diharapkan kepada petani untuk menanam tembakau lebih luas lagi di masa mendatang.

Dari sekarang pihak DKPP KLU sudah melaksanakan SLPHT dan Insya Allah akan di lanjutkan pada bulan September 2021. Demikian yang dikatakan Evy Winarni di depan 7 kelompok tani yang mengikuti pelatihan, Kamis (26/08) yang dipusatkan di sekretariat Kampung Coklat Sanara Desa Genggelang Kecamatan Gangga.

Pengendalian OPT tembakau di Kelompok Tani Makmur Tani Cidadali dengan menggunakan teknologi terbaru yaitu metabolit sekunder jamur Trichoderma sp. dan pestisida nabati ekstrak biji mimba. Pengendalian dengan teknologi terbaru ini tidak akan menimbulkan dampak yang merugikan seperti terjadinya pencemaran lingkungan dan sebagainya, karena pada umumnya bahan nabati tersebut cepat terurai menjadi bahan yang tidak berbahaya namun banyak manfaatnya terhadap tanaman tembakau.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan cukai hingga Juli 2021 telah mencapai Rp104,42 triliun.
Cukai hasil tembakau sudah mencapai 58,27 persen dari targetnya Rp173,78 triliun, atau saat ini sudah mencapai Rp101,26 triliun.

Adapun jika dilihat berdasarkan jenisnya, kenaikan tertinggi terjadi pada rokok sigaret kretek tangan (SKT) sebesar 10,6 persen secara tahunan, kata Evy Winarni pada Media ini, Kamis (26/8/2021).

Leave a Reply

Your email address will not be published.