KTBB MERUBAH NASIB MELALUI BETERNAK SAPI

Gangga:-– Pengukuhan Kelompok Ternak “Beriuk Bangkit” Dusun Dangiang Barat, Desa Dangiang Kecamatan Kayangan berkomitmen merubah nasib dengan cara beternak sapi. Hal ini disampaikan pembina kelompok, Murdi,SH, didepan para anggota dan Petugas Penyuh Lapangan (PPL) dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP – KLU dan UPTD Kecamatan Kayangan, Selasa 7/7-2021. Murdi,SH, selain sebagai pembina kelompok ternak sapi dan unggas, sekaligus sebagai Ketua BPD di Desa Santong Mulia. Menurutnya , nasib kelompok tidak bisa berubah, jika semua anggota tidak merubah nasibnya sendiri dan berkomitmen untuk bersama sama patuh serta bersatu padu dalam melaksanakan kegiatan kelompok, ungkapnya. Hal sama juga disampaikan, mantan ketua kelompok Rapidep (55). Ia mengatakan jika suatu kelompok ingin maju, maka segala kegiatan harus dilaksanakan secara bersama sama dan tidak hanya mengandalkan pengurus saja,ungkapnya. Rapidep mengakui bahwa kelompoknya terbentuk sejak tanggak 5 Januari 2019, namun karna anggotanya masih dan konsrntrasi perbaikan rumah masing masing akibat gempa bumi 2018, berpengaruh pada kegiatan kelompok kurang aktif, dan sekarang kelompok kembali bangkit setelah di reshufel. Pengukuhan kelompok di laksanakan hari ini Selasa7/7-2021 dan langsung di buatkan badan hukum ke Notaris dan PPAT, kata Rapidep. Ia sendiri mengundurkan diri sebagai ketua, lantaran di pilih sebagai Ketua P3A di kelimpok tani.
Kepala UPTD Kecamatan Kayangan, Lalu. Pujiatim,S.Pi mengatakan, kelompok ini diharapkan lebih aktip dalam kegiatan untuk sebuah tujuan tertentu, sebagaimana yang di harapan sesuai nama kelompok yaitu “Maju Bangkit”. Jangan lupa bahwa tujuan kita berkelompok adalah untuk sebuah sekuatan, memiliki kekuatan dalam melaksanakan kegiatan kelompok, di samping sebagai wadah bersama dalam bermusyawarah untuk mufakat, kata Lalu  Pujiatim. Senada dengan Kabid Peternakan DKPP KLU, Raden Adi Dharmawangsa, SPt, menekankan kelompok harus memiliki semangat untuk berinovasi, kata Raden Adi.
“Kondisi daerah saat ini belum bisa sepenuhnya membantu petani lantaran keuangan daerah yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum bisa di andalkan untuk membantu parakelompok tani. Beban daerah sehubungan dengan kondisi Covid 19 dan lain sebagainya belum bisa maksimal membantu kelompok. Oleh karena itu kelompok harus mampu berinovasi dan menjalankan kegiatan kelompok. Jangan sampai hanya berkutat pada ternak saja, namun juga pada pemanfaatan lahan yang tersedia misalkan, selain tanaman pokok, juga harus ada tumpanh sarinya, kata R. Adi. Selanjutnya yang berkaitan dengan kesehatan ternak, lanjut R Adi, sudah tersedia Petugas IB dan PPL yang mencakup srmua kecamatan masing masing. Jika ada permaslahan anggota kelompok, kami berharap segera berhubungan denga PPL maupun petugas IB di wilayah masing masing. “Jangan sampai dalam kelompok ada tujuan lain” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.